Menindaklanjuti Surat Dirjen Badilum Nomor 379/DJU/PS.00/3/2020 tanggal 27 Maret 2020 tentang Persidangan Perkara Pidana Secara Teleconference selama masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona (Covid-19). Pengadilan Negeri Kuala Kurun melakukan koordinasi dengan kejaksaan Negeri Gunung Mas, Rutan Palangka Raya serta Kuasa Hukum para pihak dengan tetap memperhatikan ketentuan Undang-Undang yang berlaku.

Gambar 1 : Hakim Rudy Ruswoyo, S.H. M.H. sidang perdana secara Video Teleconference

Demi kepastian hukum ditengah merebaknya wabah corona, sidang perkara di Pengadilan Negeri Kuala Kurun, berlangsung secara online. Sidang perdana dilaksanakan pada Rabu (1 April 2020). Selama proses persidangan, para hakim, jaksa penuntut umum (JPU) dan terdakwa berada di tiga tempat berbeda. Hakim-Hakim Pengadilan Negeri Kuala Kurun tetap menggunakan Ruang Sidang Betang sebagai tempat ruangan Video Teleconference, Jaksa Penuntut Umum, Kuasa Hukum, Saksi-saksi berada di Kantor Kejaksaaan Negeri Gunung Mas, sedangkan Para Terdakwa mengikuti sidang cukup di Rutan Palangka Raya.

Gambar 2: Hakim Surtiyono, S.H. M.H melanjutkan sidang perkara pidana ke-2

Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun, Bapak Rudy Ruswoyo, S.H. M.H. mengatakan, kebijakan itu juga telah direstui Direktorat Jendral Badan Peradilan Umum melalui suratnya tertanggal 27 Maret 2020. Menurut Beliau terdapat 7 perkara pidana yang disidangkan pada hari perdana dengan video teleconference. Ia menambahkan dengan mekanisme persidangan itu, para pihak tidak diharuskan untuk hadir di Pengadilan Negeri Kuala Kurun. Sidang secara online ini dilakukan karena adanya upaya untuk memutus penyebaran virus Corona (Covid-19).

Gambar 3: Hakim Amir Rizki Apriadi, S.H. M.M sedang bersidang 

Sedangkan Wakil Ketua Pengadilan, Bapak Surtiyono, S.H. M.H. mengungkapkan dengan sidang secara teleconference, para Terdakwa hanya mengikuti sidang dari dalam Rumah Tahanan, begitu juga dengan Jaksa Penuntut Umum hanya mengikuti sidang di Kantor Kejaksaaan Negeri Gunung Mas saja. Menurut Bapak Surtiyono dengan sidang Video Teleconference merupakan upaya supaya di dalam persidangan antara terdakwa di lapas atau rutan tidak berhubungan langsung dengan hakim dan jaksa. (Adm/Mardona)